Subnetting VLSM pada Network 192.168.10.0/25
A. Pengertian Singkat VLSM
VLSM (Variable Length Subnet Mask) adalah teknik membagi sebuah jaringan IP menjadi beberapa subnet dengan ukuran berbeda (prefix berbeda) sesuai kebutuhan host tiap subnet. Dengan VLSM, alokasi alamat menjadi lebih efisien dibanding membagi sama besar (FLSM).
B. Skenario & Kebutuhan
Total IP tersedia: 128 alamat (192.168.10.0 – 192.168.10.127)
Kebutuhan subnet:
- Subnet A = 60 host
- Subnet B = 24 host
- Subnet C = 12 host
- Subnet D = 5 host
C. Langkah Perhitungan (Alur VLSM)
Langkah umum VLSM:
- Urutkan kebutuhan host dari terbesar ke terkecil.
- Untuk tiap kebutuhan: hitung kebutuhan alamat = host + 2 (network + broadcast).
- Pilih block size = pangkat 2 terkecil yang ≥ kebutuhan alamat. Konversi ke prefix (/xx).
- Alokasikan blok mulai dari alamat base, lanjutkan ke alamat berikutnya yang masih kosong.
Perhitungan cepat untuk setiap subnet
| Subnet | Host dibutuhkan | Kebutuhan alamat (host+2) | Block size (pangkat 2) | Prefix | Usable host |
|---|---|---|---|---|---|
| A | 60 | 62 | 64 | /26 | 62 |
| B | 24 | 26 | 32 | /27 | 30 |
| C | 12 | 14 | 16 | /28 | 14 |
| D | 5 | 7 | 8 | /29 | 6 |
Total alamat yang dialokasikan: 64 + 32 + 16 + 8 = 120 alamat (dari 128 di /25). Tersisa 8 alamat untuk cadangan (spare).
D. Alokasi IP (Hasil VLSM) — Urut dari base
Network: 192.168.10.0/26
Range alamat: 192.168.10.0 – 192.168.10.63
Usable host: 192.168.10.1 – 192.168.10.62
Broadcast: 192.168.10.63
Network: 192.168.10.64/27
Range alamat: 192.168.10.64 – 192.168.10.95
Usable host: 192.168.10.65 – 192.168.10.94
Broadcast: 192.168.10.95
Network: 192.168.10.96/28
Range alamat: 192.168.10.96 – 192.168.10.111
Usable host: 192.168.10.97 – 192.168.10.110
Broadcast: 192.168.10.111
Network: 192.168.10.112/29
Range alamat: 192.168.10.112 – 192.168.10.119
Usable host: 192.168.10.113 – 192.168.10.118
Broadcast: 192.168.10.119
Range alamat tersisa: 192.168.10.120 – 192.168.10.127
(8 alamat; bisa digunakan untuk manajemen, link point-to-point kecil, atau VLAN tambahan)
E. Tabel Ringkasan
| Subnet | Prefix | Network | Broadcast | Usable Range | Jumlah Usable |
|---|---|---|---|---|---|
| A | /26 | 192.168.10.0 | 192.168.10.63 | 192.168.10.1 - 192.168.10.62 | 62 |
| B | /27 | 192.168.10.64 | 192.168.10.95 | 192.168.10.65 - 192.168.10.94 | 30 |
| C | /28 | 192.168.10.96 | 192.168.10.111 | 192.168.10.97 - 192.168.10.110 | 14 |
| D | /29 | 192.168.10.112 | 192.168.10.119 | 192.168.10.113 - 192.168.10.118 | 6 |
| Spare | /29* | 192.168.10.120 | 192.168.10.127 | 192.168.10.121 - 192.168.10.126 | 6 |
F. Diagram Visual — Alur Perhitungan VLSM
Diagram horizontal berikut menunjukkan proporsi alokasi tiap subnet terhadap total /25 (128 alamat).
Keterangan: Lebar tiap blok merepresentasikan proporsi alamat (mis. Subnet A menempati 64/128 = 50% dari /25).
G. Contoh Alur Perhitungan (Langkah demi langkah)
- Urutkan kebutuhan: A (60) → B (24) → C (12) → D (5).
- Hitung kebutuhan alamat: A:62 → pilih 64 (/26). B:26 → pilih 32 (/27). C:14 → pilih 16 (/28). D:7 → pilih 8 (/29).
- Alokasikan dari base 192.168.10.0:
- 192.168.10.0/26 → Subnet A
- Selanjutnya alamat kosong setelah .63 adalah .64 → .64/27 → Subnet B
- Setelah .95 → .96/28 → Subnet C
- Setelah .111 → .112/29 → Subnet D
- Sisa .120–.127 → cadangan
- Verifikasi: pastikan tidak ada overlap & total alamat ≤ 128.
H. Rekomendasi Praktis
- Gunakan gateway pada alamat pertama atau terakhir usable (mis. Subnet A gateway = 192.168.10.1).
- Label setiap subnet (VLAN ID, owner, lokasi) untuk dokumentasi.
- Simpan spare block (.120–.127) untuk keperluan manajemen / p2p link.
- Jika pertumbuhan diperkirakan besar di masa depan, pertimbangkan reservasi alamat atau redesain jaringan.
I. Contoh Konfigurasi Singkat (Cisco IOS)
! Subnet A interface GigabitEthernet0/1.10 description SUBNET-A encapsulation dot1Q 10 ip address 192.168.10.1 255.255.255.192 ! Subnet B interface GigabitEthernet0/1.20 description SUBNET-B encapsulation dot1Q 20 ip address 192.168.10.65 255.255.255.224 ! Subnet C interface GigabitEthernet0/1.30 description SUBNET-C encapsulation dot1Q 30 ip address 192.168.10.97 255.255.255.240 ! Subnet D interface GigabitEthernet0/1.40 description SUBNET-D encapsulation dot1Q 40 ip address 192.168.10.113 255.255.255.248
J. Penutup
Solusi di atas mengikuti prinsip VLSM: alokasi dari kebutuhan terbesar → terkecil, memilih block size terkecil yang memenuhi kebutuhan, dan memastikan tidak terjadi overlap. Hasilnya efisien (120 alamat terpakai dari 128) dan ada cadangan 8 alamat untuk kebutuhan mendesak.
Butuh file PDF dari halaman ini, diagram PNG, atau contoh konfigurasi di Mikrotik? Beri tahu aku — aku siapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar