Kamis, 23 Oktober 2025

Pendahuluan

Langkah-langkah Kerja
1. Menghubungkan ISP ke Hub

Langkah pertama adalah menghubungkan kabel dari ISP (Internet Service Provider) ke Hub.
Hub berfungsi sebagai pembagi sinyal jaringan, di mana sinyal dari ISP akan diteruskan ke beberapa perangkat lainnya. Hub ini bekerja secara broadcast, sehingga setiap port akan menerima sinyal yang sama dari ISP.
Tujuan dari langkah ini adalah agar koneksi internet dari ISP dapat diakses oleh seluruh perangkat yang terhubung melalui hub.

2. Menghubungkan Hub ke LAN Port 6 menggunakan Kabel LAN

Setelah ISP terhubung ke hub, langkah berikutnya adalah menghubungkan port hub ke LAN port 6 menggunakan kabel LAN (UTP Cat5e atau Cat6).
LAN port 6 di sini berfungsi sebagai jalur yang akan menyalurkan koneksi internet dari hub menuju perangkat selanjutnya, yaitu HTB (Hybrid Termination Box) atau perangkat konversi jaringan optik.
Dengan demikian, sinyal dari ISP diteruskan secara terstruktur melalui port LAN tertentu agar mudah diidentifikasi dan diuji pada tahap berikutnya.

3. Menghubungkan HTB Port 6 ke Converter FO to LAN AB menggunakan Kabel Fiber Optic

Langkah ketiga adalah menghubungkan port 6 pada perangkat HTB ke Converter FO to LAN AB menggunakan kabel fiber optic (FO).
Pada tahap ini, sinyal listrik dari jaringan LAN diubah menjadi sinyal cahaya (optik) untuk diteruskan melalui kabel fiber optic. Proses ini penting karena sistem komunikasi optik menggunakan media cahaya untuk mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi dan minim gangguan.
HTB berfungsi sebagai penghubung antara jaringan berbasis tembaga (LAN) dan jaringan berbasis serat optik (FO).

4. Menghubungkan Converter FO to LAN AB ke Mikrotik/Router menggunakan Kabel LAN

Selanjutnya, hasil konversi dari converter FO to LAN AB diteruskan ke Mikrotik atau router menggunakan kabel LAN.
Perangkat Mikrotik atau router berfungsi untuk mengatur lalu lintas data (routing), membagi koneksi internet ke beberapa perangkat, serta memberikan alamat IP (IP Address) secara otomatis kepada perangkat yang terhubung melalui DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol).
Dengan menghubungkan converter ke router, maka jaringan dari ISP kini sudah siap dikelola dan dibagikan ke perangkat pengguna seperti laptop atau access point.

5. Menghubungkan Access Point ke Mikrotik/Router menggunakan Kabel LAN

Setelah router terkoneksi, langkah berikutnya adalah menyambungkan access point (AP) ke router menggunakan kabel LAN.
Access point berfungsi sebagai pemancar sinyal nirkabel (Wi-Fi) agar perangkat lain dapat terhubung ke jaringan tanpa menggunakan kabel. Meskipun dalam praktikum ini fokus utama adalah pada koneksi kabel (wired), access point tetap dihubungkan untuk memastikan semua jalur distribusi jaringan berjalan dengan baik.

6. Menghubungkan Mikrotik/Router ke Laptop menggunakan Kabel LAN

Langkah keenam yaitu menghubungkan laptop ke Mikrotik/router menggunakan kabel LAN.
Koneksi ini berfungsi agar laptop dapat menerima sinyal internet dari jaringan yang telah dibuat. Laptop akan mendapatkan IP Address otomatis dari router jika DHCP diaktifkan, atau dapat juga diatur secara manual bila menggunakan IP statis.
Tahap ini memastikan laptop menjadi titik akhir (end device) dalam topologi jaringan praktikum.

7. Mengecek IP Address Menggunakan Command Prompt (CMD)

Setelah semua perangkat terhubung dengan benar, buka Command Prompt (CMD) di laptop.
Ketik perintah berikut:

ipconfig


Perintah ini digunakan untuk menampilkan informasi jaringan pada laptop, seperti:

IPv4 Address → alamat IP yang diterima dari jaringan

Subnet Mask → batas jaringan yang digunakan

Default Gateway → alamat router yang menghubungkan jaringan lokal ke internet

Catat hasil IPv4 Address yang muncul karena akan digunakan untuk tahap pengujian koneksi.

8. Melakukan Pengujian Koneksi Menggunakan Perintah Ping

Langkah terakhir adalah menguji koneksi jaringan dengan perintah:

ping [IPv4 Address]


Contoh:

ping 192.168.1.10


Jika hasil yang muncul menunjukkan Reply from..., berarti jaringan sudah tersambung dengan baik antara laptop dan jaringan ISP. Namun, jika muncul Request timed out, maka ada kemungkinan koneksi belum tersambung atau ada kesalahan dalam sambungan kabel.

Tujuan praktikum

Tujuan dari praktikum Komunikasi Optik 2: Mencari IP Address ISP ini adalah sebagai berikut:

Untuk mengetahui alamat IP (IP Address) yang digunakan oleh perangkat saat terhubung ke jaringan internet.

Untuk mengenal ISP (Internet Service Provider) yang menyediakan layanan internet yang digunakan.

Untuk memahami kelas IP, subnet mask, dan prefix yang digunakan dalam jaringan.

Untuk melatih kemampuan dalam menganalisis jaringan berdasarkan hasil pencarian IP Address.

Untuk mengaitkan antara konsep komunikasi optik dan sistem jaringan internet dalam kehidupan sehari-hari.

Alat dan bahan

1. HTB Port 6
2. LAN 5
3. Acces

Langkah kerja:

Kesimpulan:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar