Rabu, 29 Oktober 2025

T538, T521 Komunikasi Optik 2 Mencari IP Address ISP

1.PENDAHULUAN

    Dalam perkembangan teknologi komunikasi modern, kebutuhan akan koneksi internet berkecepatan tinggi menjadi hal yang sangat penting. Salah satu teknologi yang banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah jaringan berbasis serat optik (fiber optic), karena mampu mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi dan kestabilan yang baik. Namun, karena sebagian besar perangkat seperti laptop, access point, dan router masih menggunakan sinyal listrik berbasis Ethernet (LAN), maka diperlukan perangkat tambahan seperti media converter (HTB) untuk mengubah sinyal optik menjadi sinyal elektrik. Melalui praktikum ini, mahasiswa mempelajari proses bagaimana koneksi jaringan dari Internet Service Provider (ISP) dapat diakses hingga ke perangkat akhir, serta bagaimana cara mencari dan menguji IP Address ISP secara langsung.

    Rangkaian sistem jaringan pada praktikum ini disusun secara berurutan agar proses transmisi data dapat berjalan optimal. Pertama, sinyal internet dari ISP masuk ke hub atau access point melalui kabel UTP (Ethernet). Dari sana, koneksi diteruskan ke perangkat HTB (media converter) yang berfungsi mengonversi sinyal listrik menjadi sinyal optik, dan sebaliknya. HTB kemudian dihubungkan dengan converter FO to LAN AB menggunakan kabel fiber optic, sehingga sinyal optik dapat kembali diubah menjadi sinyal listrik untuk diteruskan ke router atau Mikrotik. Router tersebut bertugas mengelola distribusi jaringan ke berbagai perangkat lain, seperti access point untuk koneksi nirkabel dan laptop melalui kabel LAN untuk koneksi langsung.

    Setelah semua perangkat terpasang dengan benar, tahap berikutnya adalah melakukan konfigurasi IP dan pengujian konektivitas jaringan. Pengujian dimulai dengan membuka Command Prompt (CMD) dan mengetikkan perintah ipconfig untuk mengetahui IPv4 Address, Subnet Mask, serta Default Gateway yang diberikan oleh ISP. Setelah IP Address ISP ditemukan, dilakukan pengujian ping ke alamat tersebut untuk memastikan koneksi telah berjalan dengan baik. Apabila hasil pengujian menunjukkan adanya balasan (reply), maka hal ini menandakan bahwa jaringan telah tersambung dan komunikasi antarperangkat berlangsung dengan sukses. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang cara kerja jaringan berbasis fiber optic, proses konversi sinyal, serta prinsip pengalamatan IP yang menjadi dasar komunikasi data dalam sistem jaringan modern.


2. TUJUAN

Tujuan dari praktikum Komunikasi Optik 2: Mencari IP Address ISP ini adalah sebagai berikut:

    A. Untuk mengetahui alamat IP (IP Address) yang digunakan oleh perangkat saat terhubung ke jaringan internet.
    B. Untuk mengenal ISP (Internet Service Provider) yang menyediakan layanan internet yang digunakan.                       
    C. Untuk memahami kelas IP, subnet mask, dan prefix yang digunakan dalam jaringan.
    D. Untuk melatih kemampuan dalam menganalisis jaringan berdasarkan hasil pencarian IP Address.
    E. Untuk mengaitkan antara konsep komunikasi optik dan sistem jaringan internet dalam kehidupan sehari-hari.           


3. ALAT DAN BAHAN

A. Access Point (ISP)


B. HTB (Media Converter)


C. Kabel Fiber Optik


D. Converter FO to LAN A/B


E. Router / Mikrotik




F. Switch / Hub



G. Kabel LAN (UTP)


H. Laptop


3. LANGKAH - LANGKAH

Langkah-langkah Kerja
1. Menghubungkan ISP ke Hub

Mengupload: 84669 dari 84669 byte diupload.

Langkah pertama adalah menghubungkan kabel dari ISP (Internet Service Provider) ke Hub.
Hub berfungsi sebagai pembagi sinyal jaringan, di mana sinyal dari ISP akan diteruskan ke beberapa perangkat lainnya. Hub ini bekerja secara broadcast, sehingga setiap port akan menerima sinyal yang sama dari ISP.
Tujuan dari langkah ini adalah agar koneksi internet dari ISP dapat diakses oleh seluruh perangkat yang terhubung melalui hub.

2. Menghubungkan Hub ke LAN Port 6 menggunakan Kabel LAN



Setelah ISP terhubung ke hub, langkah berikutnya adalah menghubungkan port hub ke LAN port 6 menggunakan kabel LAN (UTP Cat5e atau Cat6).
LAN port 6 di sini berfungsi sebagai jalur yang akan menyalurkan koneksi internet dari hub menuju perangkat selanjutnya, yaitu HTB (Hybrid Termination Box) atau perangkat konversi jaringan optik.
Dengan demikian, sinyal dari ISP diteruskan secara terstruktur melalui port LAN tertentu agar mudah diidentifikasi dan diuji pada tahap berikutnya.

3. Menghubungkan HTB Port 6 ke Converter FO to LAN AB menggunakan Kabel Fiber Optic



Langkah ketiga adalah menghubungkan port 6 pada perangkat HTB ke Converter FO to LAN AB menggunakan kabel fiber optic (FO).
Pada tahap ini, sinyal listrik dari jaringan LAN diubah menjadi sinyal cahaya (optik) untuk diteruskan melalui kabel fiber optic. Proses ini penting karena sistem komunikasi optik menggunakan media cahaya untuk mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi dan minim gangguan.
HTB berfungsi sebagai penghubung antara jaringan berbasis tembaga (LAN) dan jaringan berbasis serat optik (FO).

4. Menghubungkan Converter FO to LAN AB ke Mikrotik/Router menggunakan Kabel LAN




Selanjutnya, hasil konversi dari converter FO to LAN AB diteruskan ke Mikrotik atau router menggunakan kabel LAN.
Perangkat Mikrotik atau router berfungsi untuk mengatur lalu lintas data (routing), membagi koneksi internet ke beberapa perangkat, serta memberikan alamat IP (IP Address) secara otomatis kepada perangkat yang terhubung melalui DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol).
Dengan menghubungkan converter ke router, maka jaringan dari ISP kini sudah siap dikelola dan dibagikan ke perangkat pengguna seperti laptop atau access point.

5. Menghubungkan Access Point ke Mikrotik/Router menggunakan Kabel LAN



Setelah router terkoneksi, langkah berikutnya adalah menyambungkan access point (AP) ke router menggunakan kabel LAN.
Access point berfungsi sebagai pemancar sinyal nirkabel (Wi-Fi) agar perangkat lain dapat terhubung ke jaringan tanpa menggunakan kabel. Meskipun dalam praktikum ini fokus utama adalah pada koneksi kabel (wired), access point tetap dihubungkan untuk memastikan semua jalur distribusi jaringan berjalan dengan baik.

6. Menghubungkan Mikrotik/Router ke Laptop menggunakan Kabel LAN


Langkah keenam yaitu menghubungkan laptop ke Mikrotik/router menggunakan kabel LAN.
Koneksi ini berfungsi agar laptop dapat menerima sinyal internet dari jaringan yang telah dibuat. Laptop akan mendapatkan IP Address otomatis dari router jika DHCP diaktifkan, atau dapat juga diatur secara manual bila menggunakan IP statis.
Tahap ini memastikan laptop menjadi titik akhir (end device) dalam topologi jaringan praktikum.

7. Mengecek IP Address Menggunakan Command Prompt (CMD)

Setelah semua perangkat terhubung dengan benar, buka Command Prompt (CMD) di laptop.
Ketik perintah berikut:


ipconfig


Perintah ini digunakan untuk menampilkan informasi jaringan pada laptop, seperti:

IPv4 Address → alamat IP yang diterima dari jaringan

Subnet Mask → batas jaringan yang digunakan

Default Gateway → alamat router yang menghubungkan jaringan lokal ke internet

Catat hasil IPv4 Address yang muncul karena akan digunakan untuk tahap pengujian koneksi.

Melakukan Pengujian Koneksi Menggunakan Perintah Ping


Langkah terakhir adalah menguji koneksi jaringan dengan perintah:

ping [IPv4 Address]


Contoh:

ping 192.168.1.10


Jika hasil yang muncul menunjukkan Reply from..., berarti jaringan sudah tersambung dengan baik antara laptop dan jaringan ISP. Namun, jika muncul Request timed out, maka ada kemungkinan koneksi belum tersambung atau ada kesalahan dalam sambungan kabel.

4. KESIMPULAN

Dari hasil praktikum *Komunikasi Optik 2 – Mencari IP Address ISP, dapat disimpulkan bahwa proses pencarian dan pengecekan IP Address tidak hanya bergantung pada perintah di komputer, tetapi juga memerlukan pemahaman tentang bagaimana **alur koneksi jaringan fisik dan perangkat jaringan* bekerja secara keseluruhan.

Melalui langkah-langkah yang dilakukan, mulai dari menghubungkan ISP ke hub, hub ke LAN port 6, HTB ke converter FO to LAN AB menggunakan kabel fiber optic, hingga Mikrotik/router ke laptop menggunakan kabel LAN, dapat dipahami bahwa setiap perangkat memiliki fungsi spesifik dalam membentuk jaringan komunikasi yang stabil. Hub berperan sebagai pembagi sinyal, *HTB dan converter FO* berfungsi mengubah sinyal listrik menjadi sinyal cahaya (dan sebaliknya), sedangkan *Mikrotik atau router* mengatur distribusi IP Address ke perangkat pengguna.

Setelah konfigurasi jaringan selesai, perintah *“ipconfig”* digunakan untuk melihat alamat IP yang diterima laptop dari jaringan, sementara *“ping”* digunakan untuk menguji apakah koneksi jaringan sudah berjalan dengan baik. Jika perintah ping berhasil memberikan balasan (reply), hal itu menandakan bahwa jaringan telah tersambung dengan benar dan komunikasi antarperangkat berhasil dilakukan.

Dari praktikum ini, saya dapat memahami bahwa *IP Address adalah identitas penting bagi setiap perangkat dalam jaringan, dan penguasaan terhadap konfigurasi jaringan — baik secara kabel (LAN) maupun fiber optic (FO) — merupakan keterampilan dasar dalam bidang komunikasi optik. Dengan demikian, praktikum ini memberikan pengalaman langsung dalam **membangun, menganalisis, serta menguji koneksi jaringan* menggunakan kombinasi teknologi optik dan perangkat jaringan modern.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar