| 521 | 522 | 523 | 524 |
| 525 | 526 | 527 | 528 |
| 529 | 530 | 531 | 532 |
| 533 | 534 | 535 | 536 |
| 537 | 538 | 539 | 540 |
1.PENDAHULUAN
Dalam perkembangan teknologi komunikasi modern, kebutuhan akan koneksi internet berkecepatan tinggi menjadi hal yang sangat penting. Salah satu teknologi yang banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah jaringan berbasis serat optik (fiber optic), karena mampu mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi dan kestabilan yang baik. Namun, karena sebagian besar perangkat seperti laptop, access point, dan router masih menggunakan sinyal listrik berbasis Ethernet (LAN), maka diperlukan perangkat tambahan seperti media converter (HTB) untuk mengubah sinyal optik menjadi sinyal elektrik. Melalui praktikum ini, mahasiswa mempelajari proses bagaimana koneksi jaringan dari Internet Service Provider (ISP) dapat diakses hingga ke perangkat akhir, serta bagaimana cara mencari dan menguji IP Address ISP secara langsung.
Rangkaian sistem jaringan pada praktikum ini disusun secara berurutan agar proses transmisi data dapat berjalan optimal. Pertama, sinyal internet dari ISP masuk ke hub atau access point melalui kabel UTP (Ethernet). Dari sana, koneksi diteruskan ke perangkat HTB (media converter) yang berfungsi mengonversi sinyal listrik menjadi sinyal optik, dan sebaliknya. HTB kemudian dihubungkan dengan converter FO to LAN AB menggunakan kabel fiber optic, sehingga sinyal optik dapat kembali diubah menjadi sinyal listrik untuk diteruskan ke router atau Mikrotik. Router tersebut bertugas mengelola distribusi jaringan ke berbagai perangkat lain, seperti access point untuk koneksi nirkabel dan laptop melalui kabel LAN untuk koneksi langsung.
Setelah semua perangkat terpasang dengan benar, tahap berikutnya adalah melakukan konfigurasi IP dan pengujian konektivitas jaringan. Pengujian dimulai dengan membuka Command Prompt (CMD) dan mengetikkan perintah ipconfig untuk mengetahui IPv4 Address, Subnet Mask, serta Default Gateway yang diberikan oleh ISP. Setelah IP Address ISP ditemukan, dilakukan pengujian ping ke alamat tersebut untuk memastikan koneksi telah berjalan dengan baik. Apabila hasil pengujian menunjukkan adanya balasan (reply), maka hal ini menandakan bahwa jaringan telah tersambung dan komunikasi antarperangkat berlangsung dengan sukses. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang cara kerja jaringan berbasis fiber optic, proses konversi sinyal, serta prinsip pengalamatan IP yang menjadi dasar komunikasi data dalam sistem jaringan modern.

Wildcard adalah karakter atau rangkaian karakter atau simbol yang digunakan untuk mewakili satu atau lebih karakter lain dalam operasi pencarian atau pencocokan pola. Wildcard umumnya digunakan dalam komputasi dan pemrograman untuk mencari atau memanipulasi berkas, data, atau teks.
Tujuan penggunaan karakter pengganti adalah untuk mencari dan mencocokkan pola teks tertentu dalam teks yang lebih besar. Karakter pengganti umumnya digunakan dalam fungsi pencarian dan penggantian di editor teks, pengolah kata, dan bahasa pemrograman. Karakter pengganti dapat membantu Anda dengan cepat menemukan dan mengganti beberapa kemunculan pola tertentu dalam dokumen atau berkas besar. Karakter pengganti juga dapat digunakan untuk mencari variasi pada tema tertentu, seperti menemukan semua kata yang dimulai dengan "A" atau diakhiri dengan "ing". Dengan menggunakan karakter pengganti, Anda dapat membuat operasi pencarian dan penggantian Anda lebih fleksibel dan efisien.
Untuk menggunakan karakter pengganti dalam antarmuka baris perintah, biasanya Anda perlu menyertakan karakter pengganti tersebut dalam perintah yang Anda jalankan. Misalnya, "ls *.txt" akan menampilkan semua berkas di direktori saat ini dengan ekstensi ".txt".
Dalam antarmuka baris perintah, karakter pengganti biasanya digunakan untuk menentukan nama file atau direktori dalam suatu perintah, sedangkan dalam antarmuka pengguna grafis, karakter pengganti biasanya digunakan untuk memfilter atau mencari file atau data.
Contoh karakter wildcard adalah karakter asterisk (*), yang mewakili rangkaian karakter apa pun (termasuk tidak ada) dalam operasi pencarian atau pencocokan pola.
Ekspresi reguler adalah pola karakter yang lebih kompleks yang digunakan untuk mencocokkan pola tertentu dalam teks atau data, sedangkan karakter pengganti adalah karakter atau rangkaian karakter yang lebih sederhana yang digunakan untuk mewakili karakter lain.
Kuantifier dalam ekspresi reguler adalah karakter khusus atau rangkaian karakter yang digunakan untuk menentukan berapa kali karakter sebelumnya atau sekelompok karakter harus dicocokkan.
Untuk menggunakan karakter pengganti dalam pencarian berkas, biasanya Anda perlu menyertakan karakter pengganti tersebut dalam istilah pencarian atau pola pencarian. Misalnya, "berkas*.txt" akan mencari semua berkas di direktori saat ini yang dimulai dengan "berkas" dan berekstensi ".txt".
Metakarakter dalam ekspresi reguler adalah karakter khusus yang memiliki arti tertentu dalam konteks ekspresi, seperti karakter pengganti atau kuantifier.
Kuantifier serakah dalam ekspresi reguler mencocokkan karakter sebanyak mungkin, sedangkan kuantifier malas mencocokkan karakter sesedikit mungkin.
Dalam ekspresi reguler, "stem" adalah bagian dari pola yang umum untuk beberapa item terkait. "Stem" sering digunakan bersama karakter pengganti dan sintaksis ekspresi reguler lainnya untuk mencocokkan beberapa item yang memiliki stem yang sama.
Kelas karakter negatif dalam ekspresi reguler adalah sekumpulan karakter yang diapit tanda kurung siku, didahului oleh karakter sisipan (^), yang digunakan untuk mencocokkan satu karakter yang tidak ada dalam kumpulan tersebut.
Grup penangkap dalam ekspresi reguler adalah serangkaian karakter yang diapit tanda kurung, yang digunakan untuk "menangkap" sebagian teks atau data yang sesuai dengan grup tersebut. Grup penangkap sering digunakan bersama sintaksis ekspresi reguler lainnya untuk mengekstrak informasi tertentu dari teks atau data.
Pernyataan lookahead dalam ekspresi reguler adalah sintaksis khusus. Pernyataan ini digunakan untuk mencocokkan suatu pola hanya jika diikuti oleh urutan karakter tertentu, tanpa menyertakan karakter yang dicocokkan.
Untuk menggunakan karakter pengganti dalam pencarian di editor teks, biasanya Anda perlu menyertakan karakter pengganti tersebut dalam istilah pencarian atau pola pencarian. Misalnya, "cari dan ganti semua kemunculan kata 'warna' dengan 'warna'" akan menggunakan karakter pengganti "?" untuk mencocokkan "warna" dan "warna".
Pernyataan lebar nol adalah sintaksis khusus yang digunakan dalam ekspresi reguler. Sintaksis ini dirancang untuk mencocokkan pola pada posisi tertentu dalam teks atau data. Tidak seperti pencocokan lainnya, pencocokan ini tidak menyertakan karakter apa pun.
Karakter wildcard yang paling umum digunakan dalam ekspresi reguler adalah karakter asterisk (*), yang mewakili nol atau lebih kemunculan karakter apa pun dalam pola pencarian.
Kelas karakter dalam ekspresi reguler adalah sekumpulan satu atau lebih karakter yang diapit tanda kurung siku dan digunakan untuk mencocokkan karakter tunggal apa pun yang menjadi anggota himpunan tersebut.
Rentang dalam kelas karakter adalah sintaksis singkat yang memungkinkan Anda menentukan rentang karakter menggunakan tanda hubung (-) di antara karakter pertama dan terakhir dalam rentang tersebut.
Dalam ekspresi reguler, titik (.) adalah karakter pengganti yang cocok dengan karakter tunggal apa pun kecuali karakter baris baru.
Pencocokan batas dalam ekspresi reguler adalah sintaksis khusus yang memungkinkan Anda mencocokkan posisi tertentu dalam teks atau data, seperti awal atau akhir kata atau baris.
Jangkar dalam ekspresi reguler adalah sintaksis khusus yang memungkinkan Anda mencocokkan posisi tertentu dalam teks atau data, seperti awal atau akhir baris atau string.
Referensi balik adalah sintaksis khusus dalam ekspresi reguler. Ini memungkinkan Anda untuk merujuk ke grup yang telah diambil sebelumnya dalam ekspresi reguler yang sama.
Contoh konfigurasi Access Control List (ACL) pada router Cisco
Router> enable Router# configure terminal Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)# access-list 20 permit 10.10.10.0 0.0.0.255 Router(config)# access-list 20 deny any Router(config)# interface GigabitEthernet0/1 Router(config-if)# ip access-group 20 out Router(config-if)# end Router# copy running-config startup-config Destination filename [startup-config]? Building configuration... [OK] Router#
Apakah Kamu pernah merasa kesulitan dalam mengelola alamat IP di jaringan Kamu? Variable Length Subnet Mask (VLSM) mungkin adalah jawabannya. Dengan VLSM, Kamu dapat membagi jaringan menjadi subnet dengan ukuran yang bervariasi, sehingga memaksimalkan penggunaan alamat IP yang tersedia.
Teknik ini sangat berguna untuk jaringan yang memiliki segmen dengan jumlah perangkat yang sangat berbeda.
Variable Length Subnet Mask (VLSM) adalah sebuah teknik perhitungan dalam subnetting yang memungkinkan kita untuk dialokasikan alamat IP secara lebih fleksibel.
Berbeda dengan dasar subnetting yang menggunakan panjang subnet mask yang sama untuk semua subnet, VLSM memberikan kebebasan kepada administrator jaringan untuk menentukan panjang subnet mask yang berbeda-beda untuk setiap subnet.
Hal ini sangat berguna terutama dalam jaringan yang luas yang memiliki kebutuhan ruang host setiap subnet yang beragam.
Baca Juga: Cara Melihat IP Address di Semua Perangkat Windows, Android, iOS, Mac
Dalam merancang sebuah jaringan, pemilihan metode subnetting yang tepat sangat krusial. FLSM dan VLSM adalah dua opsi yang sering dipertimbangkan. Keduanya menawarkan cara yang berbeda dalam mengelola alamat IP. Mari kita kulik lebih dalam mengenai pembahasan perbedaan mendasar antara kedua metode ini.
FLSM (Fixed Length Subnet Mask): Semua subnet dalam network memiliki ukuran yang sama dan jumlah host yang identik. Ini memudahkan perhitungan namun kurang efisien dalam pengelolaan IP address karena tidak dapat dialokasikan sesuai dengan kebutuhan ruang host yang berbeda.
VLSM (Variable Length Subnet Mask): Subnet dapat memiliki ukuran yang berbeda tergantung kebutuhan. VLSM mendukung pengalamatan IP yang lebih efisien karena alamat-alamat IP dapat dialokasikan sesuai dengan kebutuhan ruang host. Ini mengurangi sisa space yang tidak terpakai.
FLSM: Cenderung menghasilkan pemborosan alamat IP karena subnet dengan ukuran tetap tidak fleksibel. Jika hanya memerlukan sedikit host, server atau router masih akan menggunakan blok IP dengan jumlah yang lebih besar dari yang diperlukan.
VLSM: Lebih efisien menggunakan alamat IP karena subnet dibuat sesuai kebutuhan, baik untuk jaringan besar maupun kecil. Dengan perhitungan variable length subnet mask, alamat IP dialokasikan sesuai kebutuhan, sehingga menghindari pemborosan.
FLSM: Penggunaan routing lebih sederhana karena semua subnet memiliki ukuran yang sama. Tabel routing pada router atau server lebih mudah diatur, tetapi lebih banyak rute yang perlu di routing dalam tabel subnetting, karena tidak mendukung route summarization secara efisien.
VLSM: Mengurangi jumlah rute di routing table dengan menggunakan route summarization. Ini memudahkan tata kelola routing di jaringan skala besar. VLSM memungkinkan pengaturan subnet secara hirarkis dan lebih fleksibel dalam menghubungkan jaringan yang berbeda.
FLSM: Biasanya tidak digunakan dengan CIDR, karena FLSM tetap berada dalam blok IP yang kaku berdasarkan kelas.
VLSM: VLSM atau Variable Length Subnet bekerja bersama dengan CIDR, memungkinkan pengalamatan IP lebih fleksibel dan memungkinkan agregasi prefix yang lebih efisien.
FLSM: Biasanya diterapkan di jaringan kecil atau sederhana, seperti PC di network kantor kecil, di mana jumlah host dan range IP yang diperlukan sudah ditentukan.
VLSM: Lebih cocok untuk jaringan besar seperti di perusahaan yang memiliki banyak server-server dan karyawan, atau infrastruktur besar seperti Cisco yang membutuhkan banyak router, switch, dan server yang saling terhubung.
Dengan VLSM, kita dapat menyesuaikan panjang subnet mask untuk setiap sub-jaringan sesuai dengan kebutuhan host yang berbeda-beda.
Berikut adalah langkah-langkah umum dalam menghitung IP address menggunakan VLSM:
Hitung jumlah perangkat (server, router, switch, pc, dll.) yang akan terhubung ke setiap subnet. Tambahkan sedikit ruang penambahan untuk mengakomodasi pertumbuhan jaringan di masa depan.
Gunakan rumus 2^n – 2 untuk menentukan jumlah host maksimum yang dapat dialamatkan pada suatu subnet, di mana n adalah jumlah bit host. Sesuaikan nilai n hingga jumlah host yang dihasilkan sedikit lebih besar dari kebutuhan host yang telah ditentukan.
Contoh: Jika membutuhkan 30 host, nilai n yang paling dekat adalah 5 (2^5 – 2 = 30). Maka, panjang subnet mask adalah 32 – 5 = 27 (/27).
Alamat network adalah alamat pertama pada suatu subnet, sedangkan alamat broadcast adalah alamat terakhir. Hitung alamat network dan broadcast dengan menggunakan panjang subnet mask yang telah ditentukan.
Alokasikan alamat IP untuk setiap perangkat dalam subnet, dimulai dari alamat network + 1 hingga alamat broadcast – 1. Hindari menggunakan alamat network dan broadcast sebagai alamat IP untuk perangkat.
Buat sebuah tabel untuk mencatat semua informasi terkait subnet, seperti alamat network, alamat broadcast, panjang subnet mask, dan rentang alamat yang tersedia. Tabel ini akan sangat membantu dalam mengelola dan memonitor jaringan.
Baca Juga: Konsep Dasar Jaringan Komputer: Panduan untuk Pemula
VLSM (Variable Length Subnet Mask) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap desain topologi jaringan. Dengan memberikan fleksibilitas dalam mengalokasikan alamat IP, VLSM memungkinkan kita untuk menciptakan jaringan yang lebih efisien dan scalable.
Bagaimana VLSM Mempengaruhi Topologi Jaringan?
Sesuai Kebutuhan: VLSM memungkinkan kita untuk mengalokasikan alamat IP secara presisi sesuai dengan kebutuhan host di setiap segmen jaringan. Hal ini menghindari pemborosan alamat IP, terutama pada segmen jaringan yang tidak memerlukan banyak host.
Skalabilitas: Dengan VLSM, kita dapat dengan mudah menambahkan atau mengurangi subnet sesuai dengan pertumbuhan jaringan. Ini memberikan fleksibilitas yang tinggi dalam menghadapi perubahan kebutuhan jaringan di masa depan.
Pengurangan Rute: VLSM memungkinkan kita untuk melakukan route summarization, yaitu menggabungkan beberapa subnet menjadi satu ringkasan alamat. Hal ini mengurangi jumlah entri dalam tabel routing, sehingga meningkatkan kinerja router.
Hirarki Jaringan: Dengan VLSM, kita dapat menciptakan hirarki jaringan yang lebih jelas. Subnet yang memiliki karakteristik yang sama dapat digabungkan menjadi satu area, sehingga memudahkan dalam pengelolaan jaringan.
Berbagai Jenis Jaringan: VLSM dapat digunakan untuk berbagai jenis topologi jaringan, mulai dari jaringan kecil hingga jaringan yang sangat besar dan kompleks.
Adaptasi terhadap Perubahan: VLSM memungkinkan kita untuk dengan mudah menyesuaikan desain jaringan terhadap perubahan kebutuhan bisnis
Variable Length Subnet Mask (VLSM) telah terbukti menjadi solusi yang efektif dalam mengelola jaringan komputer modern. Dengan fleksibilitas dalam mengalokasikan alamat IP, VLSM memungkinkan kita untuk mendesain jaringan yang lebih efisien dan optimal.
Dengan memahami konsep VLSM, Kamu dapat menghemat penggunaan alamat IP, meningkatkan kinerja jaringan, dan mempermudah pengelolaan jaringan yang kompleks.